pilih kemasan
KEMASAN TERBAIK UNTUK PRODUK KUE KERING
Illustration from: Freepik

Buat kamu para umat muslim, kamu pasti tahu banget kalo lebaran udah pasti identik banget sama kue kering! Bener kan?

Mulai dari nastar, kastengel, cheese stick, sampai biskuit-biskuit kemasan udah pasti jadi hidangan umum yang bisa kamu temuin kalo lagi silaturahmi ke tetangga atau saudara. Bahkan sangking melekatnya budaya lebaran dan kue kering, banyak yang berbisnis kue kering ‘musiman’, dan dapet untung cukup banyak dari berjualan kue kering untuk lebaran. Kamu salah satunya bukan?

Kue kering atau cookies sebetulnya adalah makanan yang umum kamu temui di di sekitar kamu. Kalau kamu gak percaya, coba kamu pergi ke minimarket/ supermarket terdekat dan cari rak-rak berisi produk kue kering atau cookies. Berapa banyak brand yang mengusung jenis kue kering (wafer/ biskuit/ crackers) yang sama, dengan rasa yang sama? Udah pasti banyak banget! Karena rasanya yang cenderung manis dan gampang diterima oleh orang banyak, makanya produk kue kering atau cookies ini punya persaingan yang sangat ketat di pasaran

Karena alasan itu juga, banyak juga UMKM yang memilih produk kue kering/ cookies sebagai jagoannya. Alasannya, karena kue kering termasuk kategori makanan yang bisa bertahan lama, dan mudah untuk dikirimkan bahkan tempat yang jauh sekalipun. Selain itu, proses pembuatannya pun bisa dikatakan tidak terlalu sulit, karena bisa dibuat oleh siapapun di rumahnya dengan peralatan yang sederhana. 

Buat kamu para pemilik UMKM dengan produk kue kering/ cookies, ada beberapa jenis kemasan yang perlu kamu pertimbangkan untuk produkmu. Daftar kemasan di bawah ini adalah beberapa jenis kemasan yang biasa dipakai untuk produk kue kering:

  1. Kemasan Jar/Toples
    Jar/Toples biasanya dipakai untuk kue-kue yang mudah hancur, jadi bahan kemasan harus cukup bisa menahan tekanan dari luar kalau nanti produknya dikirim. Biasanya bahannya terbuat dari kaca, atau dari plastik transparan. Kelebihan dari jar/toples adalah kemampuan menahan produk dari kerusakan karena tekanan. Tapi di sisi yang lain, kekurangannya adalah kamu perlu ngeluarin uang lebih untuk ongkos kirim. Karena bentuk kemasannya yang gak fleksibel, jar/toples butuh ruang lebih untuk dipack dalam jumlah banyak. Selain itu, kemasan jar/toples juga gak kedap udara jika tidak ditutup dengan baik, apabila dibiarkan terlalu lama seperti itu, akan merubah tekstur dan rasa dari produk.

  2. Kemasan Kaleng
    Kemasan kaleng biasanya terbuat dari lapisan alumunium yang keras dan punya bentuk yang gak fleksibel. Beda dengan kemasan jar/toples, kemasan kaleng biasanya butuh kemasan tambahan bagi snacknya agar bisa terjaga rasa dan aromanya. Biasanya, kue kering akan dibungkus dalam kemasan fleksibel terlebih dahulu, untuk kemudian dimasukan ke dalam kemasan kaleng agar lebih kedap udara.
    Keuntungan menggunakan kemasan kaleng adalah produkmu bisa jadi lebih terjaga dari kerusakan karena proses pengepakan dan pengiriman. Tapi kekurangannya, kamu perlu mengeluarkan biaya lebih untuk distribusi, karena banyak sisa ruang yang tersisa karena bentuknya yang keras dan besar.

3. Kemasan Fleksibel

Berbeda dengan jenis kemasan lainnya di atas, kemasan fleksibel punya bentuk yang tidak keras (fleksibel), sesuai namanya. Jadi, keuntungan jenis kemasan ini adalah kamu bisa mengoptimalkan ongkos distribusi produkmu. Selain itu juga produkmu bisa terjaga rasa dan aromanya, karena kemasan jenis ini bisa diseal bahkan hingga kedap udara.
Tapi, kekurangan kemasan fleksibel adalah adanya kemungkinan produkmu hancur/ remuk selama proses pengiriman. Namun, kalian bisa tambahakan gas (umumnya nitrogen) untuk mengurangi resiko kerusakan pada produkmu.


Whatsapp