pilih kemasan
YUK KETAHUI TENTANG PSIKOLOGI WARNA UNTUK MAKANAN!

Dalam menjalani bisnis kuliner, kemasan memegang peran yang sangat penting. Sebab penggunaan kemasan bisa menjadi jaminan kalau produk makanan yang dibeli oleh konsumen tetap terjaga kehigienisannya dan terjaga dari pengaruh kontaminasi. Selain itu, kemasan juga bisa menjadi salah satu faktor yang membuat penjualan kamu meningkat. Namun agar bisa membuat kemasan yang bisa meningkatkan penjualan, kamu perlu memperhatikan psikologi warna untuk makanan.

Psikologi warna untuk makanan ini diperlukan agar kamu bisa membangun branding yang kuat. Bahkan berdasarkan riset, ada sebanyak 85% konsumen yang membeli produk berdasarkan warna kemasannya. Oleh karenanya, kamu harus bisa menentukan secara cermat warna apa yang ingin kamu pilih untuk kemasan makanan yang kamu gunakan.

Pemilihan warna yang tepat bisa membangun hubungan emosional dengan para konsumen dan menjadikan mereka loyal pada brand kamu. Kamu perlu memperhatikan psikologi warna untuk makanan yang bisa menjadi representasi brand juga produk yang kamu jual. Berikut beberapa hal yang harus kamu pikirkan sematang mungkin:

1. Target konsumen

Kenali target konsumen kamu untuk bisa menentukan psikologi warna untuk makanan yang tepat. Hal ini bisa kamu lihat dari data demografis seperti usia, perilaku, budaya, gender, maupun lokasi dari target konsumen. Hal ini tentunya merupakan faktor krusial dalam menentukan warna kemasan kamu, sebab kemasan kamu harus bisa memberikan tampilan terbaik untuk konsumen kamu. 

2. Pesan yang ingin disampaikan

Pikirkan tujuan dari produk yang kamu jual serta pesan seperti apa yang ingin kamu sampaikan pada konsumen. Sebab apabila kamu melihat psikologi warna untuk makanan, kamu bisa mengetahui kalau setiap warna memiliki makna penyampaian yang berbeda. Jadi kamu perlu memikirkan jenis pesan apa yang ingin kamu utarakan, apakah kamu ingin memberi citra profesional dan serius, atau kamu ingin menyampaikan pesan yang berkaitan dengan kesehatan, atau kamu ingin membuat para konsumen merasa lebih baik, atau kamu ingin mengatasi masalah yang mereka hadapi? Apabila kamu sudah menentukan, pastikan warna yang kamu pilih bisa menyampaikan pesanmu dengan baik ya! 

3. Kompetitor dari brand kamu

Pilihlah warna yang bisa membuat produk kamu terlihat lebih stand out dibandingkan dengan kompetitor. Kamu bisa melakukan riset dan melihat bagaimana para kompetitor mengemas produk makanan mereka, setelah itu kamu lihat apakah psikologi warna untuk makanan yang kamu pilih bisa tampak lebih menonjol dibandingkan produk mereka.

4. Pengetesan kemasan

Pernah dengar istilah “Silent Salesman”? Istilah ini digunakan untuk menggambarkan sebuah kemasan yang bisa menjadi silent salesman untuk brand kamu. Maksudnya adalah kemasan kamu bisa membantu brand meningkatkan penjualan karena penampilannya yang menarik. Jadi kamu tidak perlu repot untuk memasarkan produkmu secara langsung di pasar swalayan ataupun supermarket. Cukup letakkan produk kamu di rak display dan biarkan para konsumen yang mendatanginya sendiri. Kamu bisa melakukan pengetesan apakah kemasan yang kamu buat berdasarkan psikologi warna untuk makanan bisa sukses melakukan perannya sebagai silent salesman atau tidak.

Ada begitu banyak warna yang bisa kamu pilih. Namun, untuk menentukan warna yang cocok pada kemasan, kamu perlu mengetahui tentang psikologi warna untuk makanan. Berikut beberapa pilihan warna yang bisa kamu gunakan:

1. Hitam

Hitam merupakan salah satu pilihan warna utama yang bisa kamu gunakan untuk kemasan. Dalam psikologi warna untuk makanan, warna ini bisa memberikan kesan kemewahan dan elegan.

2. Putih

Dalam psikologi warna untuk makanan, warna putih identik dengan kesan kebersihan, kesederhanaan, juga kemurnian. Selain itu, penggunaan warna putih juga bisa membantu kamu untuk menuliskan pesan yang jelas pada kemasan sehingga konsumen bisa fokus pada pesan-pesan yang ingin kamu tonjolkan.

3. Merah

Warna merah merupakan warna yang sangat disarankan untuk produk makanan. Sebab menurut psikologi warna untuk makanan, merah bisa memberikan kesan semangat, juga rasa lapar untuk para konsumen. Pasti kamu pun sering melihat produk yang bergerak di bidang kuliner memiliki logo ataupun kemasan yang memakai warna merah, kan? Selain itu, warna ini pun bisa menarik perhatian konsumen karena mencolok.

4. Jingga

Warna jingga biasanya digunakan pada produk dengan harga terjangkau. Namun apabila target konsumen utama kamu adalah orang dewasa, tidak disarankan untuk menggunakan warna ini. Lain halnya apabila target utama kamu adalah anak-anak. Kamu bisa memakai warna jingga karena menurut psikologi warna untuk makanan, jingga memberikan kesan yang fun dan ceria sehingga cocok untuk diaplikasikan bagi produk makanan anak-anak.

5. Hijau

Apabila kamu menjual produk makanan berbahan alami dan organik, kamu bisa menggunakan warna utama hijau. Sebab dalam psikologi warna untuk makanan, hijau erat kaitannya dengan hal-hal yang alami juga kesehatan. Selain itu, penggunaan warna hijau pun bisa menunjukkan kalau brand kamu memiliki hubungan dengan lingkungan, seperti eco-friendly ataupun mengenai sustainability. 

6. Kuning

Menurut psikologi warna untuk makanan, warna kuning bisa merepresentasikan harapan dan juga rasa optimis. Produk kamu juga bisa terlihat lebih eye-catching apabila menggunakan warna utama kuning karena sangat cerah dan bisa menarik perhatian dengan mudah.

7. Ungu

Kalau target konsumen utama kamu adalah perempuan dan juga anak-anak, kamu bisa menggunakan warna utama ungu. Dalam psikologi warna untuk makanan, ungu bisa memberikan kesan imajinatif dan juga kesuksesan. Namun warna ini kurang populer digunakan untuk produk yang memiliki target utama laki-laki karena warnanya dianggap lebih cocok untuk perempuan.

8. Biru

Menurut psikologi warna untuk makanan, penggunaan warna biru bisa merepresentasikan kepercayaan. Adapun perbedaan makna dari setiap shades biru yang kamu gunakan. Untuk warna biru tua bisa memberikan kesan serius dan profesional untuk produkmu sehingga cocok digunakan untuk konsumen dewasa. Sementara untuk target konsumen remaja, kamu bisa menggunakan warna biru muda karena melambangkan kreativitas dan juga ketenangan. 

9. Pink

Dalam psikologi warna untuk makanan, pink bisa memberikan kesan kehangatan, kenyamanan, dan juga inspiring. Penggunaan warna ini biasanya dipakai untuk produk kecantikan, kosmetik, serta fashion. Warna pink dengan shades yang lebih tua cocok digunakan untuk target konsumen perempuan dewasa. Sementara untuk target konsumen perempuan remaja bisa memakai warna pink dengan shades muda. 

10.Coklat

Penggunaan warna coklat bisa melambangkan kekuatan, solidaritas, juga kedewasaan. Dalam psikologi warna untuk makanan, penggunaan warna utama cokelat bisa kamu gunakan untuk produk makanan berbahan organik. Kamu juga bisa memadukan warna coklat dengan warna tambahan lainnya seperti kuning dan merah untuk memberikan kesan yang lebih hangat.

11. Abu-abu

Abu-abu dianggap sebagai warna yang netral. Sehingga kamu memerlukan warna lainnya untuk bisa memberikan kesan yang kamu inginkan. Menurut psikologi warna untuk makanan, kamu bisa memadukan abu-abu dengan warna merah untuk melambangkan kegembiraan, warna biru untuk kesan profesional, serta warna emas untuk memberikan tampilan yang mewah. 

12.Emas

Apabila kamu ingin memberikan tampilan yang mewah, kamu bisa menggunakan warna utama emas. Dalam psikologi warna untuk makanan, emas bisa merepresentasikan sesuatu yang mahal, mewah, dan juga berkualitas tinggi.

Bagaimana? Setelah membaca psikologi warna untuk makanan, kamu sudah tahu mau bikin kemasan dengan warna utama apa? Kalau sudah, langsung aja pesan kemasan kamu hanya di Supernova Digipack! Kami bisa bantu kamu untuk menyediakan berbagai jenis kemasan mulai dari kemasan vacuum pack, standing pouch, gusset, three block seal, dan juga central seal. Minimum order hanya 500 pcs saja. Untuk informasi lebih lengkap dan pemesanan langsung aja kunjungi websiteSupernova Digipack ya!


Whatsapp